Senin, 29 Mei 2017

SEKEDAR RENUNGAN

Jujur, aku menikmati masa Aliyah. Saya menikmati setiap harinya di mana aku bisa ketawa-ketawa bareng kawan Aliyah. Susah-seneng bareng mereka. Persetan dengan PR, tugas, jam belajar ditambah. RUGI kalo masa-masa Aliyah kamu dilewatin dengan mengeluh. Rugi.

Hahaha aku kangen banget sama kalian semua. Kalian semua inget pas kita ngerjain guru sampe nangis? Inget pas kita berantem sama kakak kelas? Inget pas kita pulang sekolah bareng, terus teriak-teriakan di jalan? Inget pas kita disuruh lari muter lapangan karena terlambat? Inget pas kita nyanyi kenceng-kenceng di depan kelas sampe dimarahin pak effendi ?

Aku masih inget itu semua.

Dan pada kenyataannya.. Aku emang kangen kalian semua. Temen-temen Aliyah ku. Yang sekarang pada mencar. Sibuk ngejar cita-citanya masing-masing. Yang satu kuliah, yang satu kerja, yang satu jadi nikah.

Dan akhirnya aku ngerasa kehilangan sesuatu. Kehilangan temen-temen  Aliyah ku. Jujur pas lulus UN aku seneng. Aku seneng karena terbebas dari status pelajar. Terbebas dari tugas dan PR. Tapi disamping itu aku paham betul..

Ketika kalian melangkah keluar dari gerbang sekolah tanpa status pelajar, itu artinya kalian akan mengenal dunia baru. Dunia yang sebenarnya. Yang otomatis akan "mungkin" memisahkan kalian dan temen-temen MAN  kalian. Dan itu terbukti di hidup aku. Sekarang semuanya jauh. Jauh banget.

Jadi.. kalo masih bisa ngumpul bareng, mending ngumpul deh. Selama itu nggak ngeganggu jam belajar kalian. Usahain buat keep in touch sama temen-temen  MAN kalian. Jaga komunikasi. Karena gak ada yang nyangka kalo salah satu dari mereka bakalan sukses dan nolongin kalian ketika kalian susah nanti.

Satu-satunya yang gak bisa diputar itu cuma waktu men. Kalian gak akan bisa bergerak mundur dan minta semuanya kayak dulu lagi. Nggak. Dan kalian gak akan tau.. kapan terakhir kalo kalian dan kawan-kawan kalian ketawa bareng.

Aku cuma pengen ingetin kalian, temen-temen  Aliyah ku.

Kemanapun kalian dan jadi apapun kalian nanti, inget, kita pernah menertawakan hidup di sekolah yang sama.
"Memimpikan sebuah asa yang hanya beberapa jengkal di atas kepala."

Sebuah catatatan  untuk kalian.yg pernah berguru di pasar ayam.

TIPS RAMADHAN BERKAH

1 . Suasana Ramadhan adalah suasana ruhiah. maksimalkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala

 2. Mengakhirkan Makan Sahur. Sebaik-baiknya waktu makan bersahur ialah di akhir waktu

 3. Menyegerakan berbuka jika waktunya tiba. dan usahakan untuk menyiapkan waktu untuk berdoa menjelang berbuka puasa. Karena salah satu waktu di ijabahnya doa adalah menjelang berbuka puasa

4. Usahakan untuk tarawih di masjid. agar suasana ruhiah dan ukhuwah umat islam terbentuk dan terealisasi

 5. Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai sahabat dalam keseharian kita

6. Bersedekah. Perbanyak bersedekah di bulan suci Ramadhan sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperbanyak bersedekah di bulan suci Ramadhan

7. Bantu sukseskan acara-acara maupun kegiatan-kegiatan Ramadhan

8. Semangat menuntut ilmu di bulan penuh kemulyaan dan ilmu. Isilah waktu-waktu kita dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Misalnya menghadiri pengajian-pengajian

 MARHABAN YA RAMADHAN

Cintaku Takkan Pernah Luntur

Cintaku tak pernah bisa hilang sampai kapanpun jua.
Siapa yang tak pernah merasakan cinta pada pandangan pertama???
Cinta yang lembut pada lantunan ayat-ayat cinta Illahi Rabbi.
Cinta yang takkan luntur walau sampai kapanpun.

Cintaku ini 'ku sampaikan lewat lantunan ayat-ayat suci dan mentadabburinya dengan ikhlas dan rindu akan Cinta-Nya.

Semua cinta dan kasih sayang ini 'ku serahkan untuk-Mu, wahai Illahi Rabbi...
Sang Pemilik Hati, Sang Pemilik Jasad dan Ruh ini...
Cintaku takkan pernah luntur pada-Mu...
Kisah hidupku dalam genggaman-Mu...

Ayo semangat ... !!!
Wahai Sahabat Surgaku...
Bersemangatlah untuk selalu cinta pada kasih sayang Allah!

Ayo semangat mengejar pahala yang banyak dengan selalu tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi ayat ayat cinta Illahi Rabbi!
Semangat menggapai Ridha Illahi Rabbi!

Cintaku takkan pernah luntur pada-Mu Sang Pemilik hati...

Allah Maha Agung
Allah Maha Sempurna
Allah Maha Segalanya

SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak. Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa inna'ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka, karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu," lanjut Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.

Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.

“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi," kata malaikat satunya.
"Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Sahabat...

Luar biasa cerita ini, seolah menampar kita. Jangankan sebutir kurma, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak hak orang lain yg kta rebut selama ini? Dengan menghalalkan segala cara berbisnis, menggarap proyek, berpolitik, berkuasa untuk mendapatkan materi.

Setelah materi di tangan, tanpa sadar kita menganggap itu hak kita, rizki kita sepenuhnya.

Kalau sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dgn puluhan juta ratusan juta, bahkan milyaran, uang yg kita ambil selama ini sebenarnya bukan sepenuhnya hak kita?

Itu akhirnya membuat kita jauh dari ALLAH. Sulit menerima hidayah, sehingga berani menentang aturan ALLAH. Mudah menghalalkan segala cara. Mudah berbohong. Tidak malu ingkar janji.

Kenapa..?
Karena harta yg masuk perut kita terlalu kotor keadaannya.

Dampak lebih jauh, anak2 nakal, suami/istri ribut, banyak penyakit, sering kena tipu, keluarga galau, dan lain gangguan semacamnya.

Itulah kemungkinan disebabkan oleh harta yg sebenarnya bukan hak kita.

Harta penghalang doa semacam ini yg membuat doa-doa kita tidak sampai ke langit.

Wallahu a'lam bi showab...

Moga menambah manfaat buat keimanan kita kepada ALLAH SWT. Aamiin.........yaa Rabbal'alamiin.....

Semangat ODOJ..

Assalamuallaikum..



عَنْ اَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَفَظَ على هؤلَآءِ الصَّلواتِ المَكْتُوْبَاتِ لَمْ يُكتَبْ مِنَ الغَافِلِيْنَ وَمَنْ قَرَاْءَ فيِ لَيْلَةٍ مِائَةَ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ القَانِتِيْنَ. (رواه ابن خزيمه في صحيحه والحاكم وقال صحيح على شرطها).

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menjaga shalat-shalat fardhu, maka tidak akan dicatat dalam golongan orang-orang yang lalai. Dan barangsiapa membaca seratus ayat pada malam hari, maka ia akan dicatat dalam golongan orang-orang yang taat.”
(Hr. Ibnu Khuzaimah, Hakim, Shahih menurut syarat Bukhari Muslim).

MONGGO
Akhina Sholih

Begitu ada waktu.
Begitu nganggur dikit..
Begitu longgar...
Ambil  Air Wudlu
Mulai cicil TILAWAH Antum